Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Dari sebuah diskusi: Pendidikan di Paniai, engkau ke mana?
  • Senin, 03 Juli 2017 — 13:49
  • 1018x views

Dari sebuah diskusi: Pendidikan di Paniai, engkau ke mana?

Ketua FKMKP, Yosafat Mai Muyapa mengatakan, pihaknya memfasilitasi mahasiswa dari sepuluh distrik di Paniai untuk hadir dan membicarakan, serta mencari solusi bersama untuk memajukan pendidikan di Paniai melalui diskusi ilmiah. 
Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKMKP), Yosafat Mai Muyapa ketika memberikan sambutan di hadapan mahasiswa Paniai – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKMKP) di Kota Jayapura dan sekitarnya menyoroti perkembangan pendidikan di daerahnya dengan menggelar diskusi publik. 

Ketua FKMKP, Yosafat Mai Muyapa mengatakan, pihaknya memfasilitasi mahasiswa dari sepuluh distrik di Paniai untuk hadir dan membicarakan, serta mencari solusi bersama untuk memajukan pendidikan di Paniai melalui diskusi ilmiah. 

Diskusi yang digelar di Jayapura, Sabtu (1/7/2017) bertema, “Quo Vadis Pendidikan Paniai?” atau pendikan di Paniai engkau hendak pergi ke mana?

“Ini bagian dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi; mengabdi kepada masyarakat. Kami gelar kegiatan ini sebagai langkah awal untuk melakukan pemetaan mengenai sejumlah persoalan pendidikan di Paniai,” kata Yosafat.

Yosafat mengatakan, setelah melakukan diskusi pemetaan, pihakanya akan turun lapangan dan mengumpulkan data terkait masalah pendidkan.

“Setelah kami melakukan penelitian, akan dilakukan diskusi terbuka bersama masyarakat, pemerintah dan kepala-kepala sekolah. Diskusi tersebut akan digelar di Paniai,” katanya. 

Koordinator Gerakan Papua Mengajar (GPM), Agustinus Kadepa, dalam materi diskusinya mengatakan, sebelum ada pemekaran, pendidikan di Paniai jauh lebih baik.

“Saya melihat, sebelum pemekaran, semua urusan guru-guru di Kabupaten Paniai ditangani langsung oleh pihak Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) atau Yayasan Pendidikan Persekolahan Kristen (YKP), entah itu mengenai kenaikan pangkat, gaji guru, dsb, sehingga tanggung jawab guru hanya mengajar dan menetap di kampung,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berbeda setelah adanya pemekaran kabupaten. “Semua guru yang atur, sehingga tanggung jawab guru untuk mengajar terbengkalai. Akhirnya semua guru tinggal di kota,” kata Agus. 

Menurut Agus, pemetaan masalah yang dilakukan pihaknya hanya bersifat sementara. Ke depannya mereka bersama FKMKP bakal bekerja sama untuk melakukan pengamatan, mengumpulkan data dan melakukan kajian.

“Hasil dari seminar akan diberikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk pembangunan di Paniai. Saya tidak bisa menarik kesimpulan mengenai pendidikan hari ini, sebab kami hanya melakukan pemetaan berdasarkan pengamatan dan pengalaman dari mahasiswa sebagai informasi awal menuju ke langkah selanjutnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, pembina FKMKP, Eman mengatakan, sebagai mahasiswa tentunya mereka harus bekerja sama untuk memberikan solusi kepada Pemerintah Kabupaten Paniai. 

“Kami tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa hari ini pendidikan di Paniai tidak berjalan atau buram. Hal ini harus dibuktikan dengan penelitian data yang valid. Untuk itu, sebagai pembina saya berharap agar kegiatan seperti begini harus diselenggrakan oleh mahasiswa untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Produk PNG di perbatasan Indonesia diminati pengunjung

Selanjutnya

Jayapura tuan rumah Konferensi Pemuda GIDI se-Indonesia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe