Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. PVMBG: radius bahaya kawah Sileri 100 meter
  • Senin, 03 Juli 2017 — 10:27
  • 592x views

PVMBG: radius bahaya kawah Sileri 100 meter

"Yang pasti, Kawah Sileri tidak mengeluarkan gas beracun. Kawah Timbang lebih berbahaya lagi karena mengeluarkan gas beracun, sedangkan Kawah Sileri hanya letusan-letusan freatik,"
Letusan freatik di Kawah Sileri, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jubi/Kompas.com
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Banyumas, Jubi - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih mempertahankan radius bahaya Kawah Sileri, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sejauh 100 meter, kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Surip.

"Radius bahaya sejauh 100 meter yang diberlakukan sejak 24 Mei 2017 masih dipertahankan ," katanya.

Sepanjang sejarah, Kawah Sileri pernah beberapa kali mengeluarkan letusan freatik yang sempat tercatat adalah tahun 1939, 1944, 1964, 1984, 2003, 2009, dan terakhir tahun 2017.

Letusan freatik selama tahun 2017 terjadi pada bulan Maret, April, dan tanggal 2 Juli.

Dari sekian kali kejadian, letusan freatik pada tahun 2009 merupakan yang terbesar karena radius sebaran material berupa lumpur mencapai 500 meter, sedangkan yang terjadi pada hari Minggu (2/7/2017) hanya sejauh 50 meter.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa mengukur tinggi lontaran material letusan freatik pada 2009. Karena lokasi Kawah Sileri tidak terpasang kamera pengintai.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, 17 orang yang berada di Kawah Sileri Dieng saat terjadi letusan kali ini. Tidak ada korban jiwa.

Lebih lanjut, Surip mengatakan berdasarkan hasil pengukuran kadar gas di sekitar Kawah Sileri pascaletusan yang terjadi Minggu (2/7) siang tercatat masih pada batas normal.

"Yang pasti, Kawah Sileri tidak mengeluarkan gas beracun. Kawah Timbang lebih berbahaya lagi karena mengeluarkan gas beracun, sedangkan Kawah Sileri hanya letusan-letusan freatik," katanya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara Arief Rahman menyatakan bahwa sejumlah kawah di Dataran Tinggi Dieng cukup aman bagi wisatawan pasca letusan freatik di Kawah Sileri. (*)

 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Uranium dan emas di Tanah New Guinea, rebutan China dan Amerika Serikat

Selanjutnya

Basarnas telusuri sebab heli jatuh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe