PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Wasekjen DPP Hanura laporkan dugaan pelanggaran PSU Tolikara
  • Jumat, 19 Mei 2017 — 08:50
  • 805x views

Wasekjen DPP Hanura laporkan dugaan pelanggaran PSU Tolikara

Wamena, Jubi – Wasekjen DPP Partai Hanura Papua dan Papua Barat, Yan Mandenas melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di Kabupaten Tolikara ke Bawaslu Provinsi Papua pada Rabu (17/5/2017).
Caption: Illustrasi pencoblosan Pilkada-Jubi/Islami
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Wasekjen DPP Partai Hanura Papua dan Papua Barat, Yan Mandenas melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di Kabupaten Tolikara ke Bawaslu Provinsi Papua pada Rabu (17/5/2017).

Menurut Yan Mandenas, telah terjadi beberapa pelanggaran saat PSU di 18 distrik di Kabupaten Tolikara. “Bila tidak adanya keadilan, saya rasa PSU kali ini di Tolikara bisa saja kembali dibawa ke Mahkamah Konstitusi untuk kedua kalinya,” katanya kepada wartawan di Wamena, Kamis (18/5/2017).

Menurutnya, pelaksanaan PSU yang dilaksanakan di distrik itu untuk menghindari hal tidak diinginkan, seperti penggelapan kotak suara, perampasan dan pengambilan kotak suara dengan paksa dan ini disepakati oleh KPU, Bawaslu, Gakkumdu Provinsi Papua dan tim sukses masing-masing calon.

Namun pada kenyataannya pada hari H pencoblosan, berubah lagi karena KPU mengintruksikan dilakukan di setiap TPS sehingga masih terjadi pengambilan kotak suara dengan paksa dan penghilangan kotak suara.

Ia mengatakan salah satu pelanggaran terjadi di Distrik Bium dimana kotak suara diduga diambil oleh oknum salah satu anggota DPR Provinsi dengan tim sukses salah satu pasangan yang ada di TPS.

Yan sebagai pengusung pasangan nomor urut tiga itu, juga mengatakan pendistribusian kotak suara tanpa pengawalan petugas dilaksanakan pada malam hari di beberapa distrik seperti distrik Tanggime. Saat itu terjadi intimidasi oleh beberapa tim sukses kepada pemilih dan tim sukses lainnya, penghilangan dan perampasan kotak suara di beberapa distrik.

“Proses laporan sementara berada di Panwas dan harapan kami beberapa pelanggaran yang kami laporkan ini segera ditindak lanjuti oleh Bawaslu karena jika tidak diselesaikan lagi,” katanya. “Kami harap Bawaslu, KPU dan Gakumdu segera bersinergi untuk menyelesaikan bebarapa temuan di lapangan dan nantinya siapapun yang menang kami harap semua pihak harus menerimanya,” tambahnya.

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan PSU yang dilakukan KPUD Tolikara pada 18 distrik pada Rabu (17/5/2017) itu dinyatakan berjalan aman dan kondusif.

Kapolda hanya satu distrik saja yang dilakukan PSU tunda, yakni Kamis, (18/5/2017). “Hanya satu distrik hari ini ada susulan pemungutan suara (saya lupa namanya). Untuk sementara belum ada laporan hal-hal yang sifatnya yang mengkwatirkan. Jadi, 17 distrik pada tanggal 17 Mei 2017, terus satu distrik hari ini lakukan pemungutan suara,” katanya. (*)


 

 

#

Sebelumnya

Masyarakat OAP di kampung  Kamanggi  mulai mandiri

Selanjutnya

Ribuan warga Merauke turun jalan, serukan persatuan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua