Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat OAP di kampung  Kamanggi  mulai mandiri
  • Jumat, 19 Mei 2017 — 08:46
  • 1174x views

Masyarakat OAP di kampung  Kamanggi  mulai mandiri

Merauke, Jubi- Masyarakat di Kampung Kamanggi, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, sudah mulai mandiri dengan membuka lahan sekaligus menanam padi maupun sayur-sayuran. Mereka yang umumnya orang asli Papua (OAP) itu, tidak lagi didampingi dalam setahun terakhir.
Lahan milik masyarakat di Kampung Kamanggi, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi- Masyarakat di Kampung Kamanggi, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, sudah mulai mandiri dengan membuka lahan sekaligus menanam padi maupun sayur-sayuran. Mereka yang umumnya orang asli Papua (OAP) itu, tidak lagi didampingi dalam setahun terakhir.

Seorang pendamping yang juga rohaniawan Katolik, Bruder Johny Kilok kepada Jubi Kamis (18/5/2017) mengungkapkan, meskipun tak mendampingi secara langsung, namun kontrol tetap dijalankan sebagaimana biasa.

“Saya bangga sekali dengan masyarakat asli Papua di Kampung Kamanggi. Kini mereka telah mandiri dan memiliki sumber pendapatan  jelas dari hasil panen sayur-sayuran yang setiap hari Minggu, dijual kepada umat di Gereja Bampel,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Bruder Johny, masyarakat setempat sudah beberapa kali memanen padi. Saat ini, kegiatan panen masih berjalan setelah kurang lebih lahan tiga hektar dibuka beberapa bulan lalu.

Semangat kerja warga setempat, didukung juga dengan adanya bantuan dari pemerintah berupa hand tractor, traktor serta harvester combine (mesin pemotong gabah).

Peralatan pertanian ini, menurut Bruder Johny Kilok, dikelola oleh pemerintah kampung. Jika masyarakat membutuhkan untuk bajak lahan maupun memanen, tinggal saja dikeluarkan.

“Tidak ada biaya yang dipungut, tetapi warga hanya menyiapkan makan-minum bagi operatornya,” tutur dia.

Salah seorang warga Kampung Kamanggi, Andreas Ndigon yang juga tokoh masyarakat setempat mengaku, berkat pendampingan melekat oleh Bruder Johny Kilok selama beberapa tahun, orang asli Papua bisa membuka lahan dalam skala luas sekaligus ditanami padi maupun sayur-sayuran.

“Setiap minggu, kami mendapatkan uang. Karena beberapa jenis sayuran, dibawa dari Kamanggi ke kota sekaligus dijual kepada umat di Gereja Bampel,” ungkapnya. (*)

 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Belasan mahasiswa politeknik pertanian      Yasanto direkrut jadi relawan PSE

Selanjutnya

Wasekjen DPP Hanura laporkan dugaan pelanggaran PSU Tolikara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe