Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Alangkah baiknya ada lilin solidaritas untuk kemanusiaan
  • Jumat, 19 Mei 2017 — 08:29
  • 1266x views

Alangkah baiknya ada lilin solidaritas untuk kemanusiaan

Wamena, Jubi – Aksi solidaritas untuk Ahok yang dilakukan di halaman Gedung Otonom Wenehule Huby Wamena, 13 Mei 2017 malam merupakan aksi kemanusiaan yang patut diapresiasi, apalagi aksi ini diinisiasi oleh Ketua DPRD Jayawijaya dan dihadiri oleh beberapa pejabat termasuk Sekda Lani Jaya serta banyak masyarakat lainnya.
Salah satu aksi menyalakan lilin kemanusiaan di Wamena-Jubi/Ist
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Aksi solidaritas untuk Ahok yang dilakukan di halaman Gedung Otonom Wenehule Huby Wamena, 13 Mei 2017 malam merupakan aksi kemanusiaan yang patut diapresiasi, apalagi aksi ini diinisiasi oleh Ketua DPRD Jayawijaya dan dihadiri oleh beberapa pejabat termasuk Sekda Lani Jaya serta banyak masyarakat lainnya.

Aksi solidaritas ini tentu penting di hadapan berbagai persoalan hukum di negara ini, akan tetapi tepat di hadapan para pejabat dan masyarakat yang hadir dalam aksi tersebut, ada banyak kasus kemanusiaan yang sesungguhnya membutuhkan aksi-aksi solidaritas seperti itu.

Menurut koordinator Forum Masyarakat Jayawijaya se Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP), Mully Wetipo, setahun lalu tepat di belakang gedung Otonom terjadi kasus pembunuhan oleh aparat terhadap Arnold Alua yang hingga saat ini tidak diproses.

Selain itu, pada awal tahun ini Edison Hesegem pun dianiaya oleh aparat kepolisian bahkan di dalam Rumah Sakit hingga meninggal dunia. Pertengahan April 2017, ada 20 orang meninggal dunia di Awina-Indawa kabupaten Lani Jaya. Demikian pun kasus kematian puluhan anak di Mbua Kabupaten Nduga dan masih banyak lagi kasus-kasus kemanusiaan yang hingga saat ini belum diselesaikan.

“Terhadap para korban tersebut, tidak ada aksi solidaritas kemanusiaan dari masyarakat. Karena itu, kami mengecam aksi seperti itu tanpa adanya kepedulian terhadap kondisi di Papua khususnya di Pegunungan Tengah Papua ini,” kata Mully kepada wartawan di Wamena, Rabu (17/5/2017).

Dirinya pun meminta baik pemerintah maupun masyarakat yang terlibat dalam aksi-aksi bakar lilin untuk Ahok ini pun turut serta mendorong penyelesaian masalah-masalah kemanusiaan di Pegunungan Tengah Papua, termasuk melalui aksi-aksi bakar lilin baik penegakan hukum di Papua, mama–mama Papua yang tersingkirkan dan hanya bisa mencari makan dengan jualan pinang di pinggiran jalan dan emperan toko.

“Kalau tidak demikian, maka aksi lilin ini hanyalah aksi genit, ikut ramai, pameran nurani yang tidak utuh, alias aksi tebang pilih, tajam kepada elit penguasa yang metropolis dan populer akan tetapi tumpul kepada orang kecil dan marjinal,” tegasnya.

Mully menambahkan, dirinya heran atas perlakuan aparat kepolisian yang selama ini sangat membatasi aksi-aksi kemanusiaan terhadap persoalan Papua, namun dalam aksi-aksi untuk Ahok diizinkan tanpa ada halangan sedikit pun.

“Hal ini menunjukkan suatu perlakuan yang diskrimintif terhadap masyarakat Papua, sebab dalam aksi bakar lilin untuk Ahok di Wamena umumnya dihadiri oleh masyarakat non Papua,” terangnya.

Sekretaris Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Lapago, Dominikus Sorabut mengungkapkan, orang Papua seharusnya merefleksi diri memasang lilin untuk menyadarkan orang Papua, agar meningkatkan diri dengan situasi sosial politik yang sedang terjadi.

“Orang Papua tidak sadar akan diri mereka sendiri dari kondisi kekerasan yang terjadi di Tanah Papua. Mestinya, orang Papua harus meniti kembali kondisi Papua dan memasang lilin untuk kemanusiaan di Tanah Papua, bukan untuk Ahok,” tegas Dominikus Sorabut.

Domi menambahkan, tidak bisa semena-mena orang Papua memasang lilin untuk Ahok, karena iman Kristen itu absolut, sehingga berbeda, apa yang dialami umat kristen di Jawa berbeda dengan umat Kristen yang dialami di Papua.

Di sisi lain tokoh agama di Pegunungan Tengah Papua, Pastor Jhon Djonga mengatakan, semua orang bersolidaritas terhadap Ahok dari Sumatera hingga Papua, padahal ada ribuan bahkan jutaan korban sejak G30S hingga kelompok OPM yang tidak mendapatkan keadilan.

“Saya sebagai tokoh agama tidak ingin mempersempit makna lilin itu memberi cahaya kepada kegelapan. Dengan pemasangan lilin yang ada, bukan hanya masalah Ahok, tetapi masalah solidaritas kemanusiaan, pelanggaran HAM, ketidakadilan yang terjadi di seluruh Indonesia, khususnya Papua. Itu baru ada makna kita pasang 1000 lilin, tetapi kalau menulis hanya mengenai Ahok, saya pikir terlalu kecil dan sedikit,” kata Pater Jhon. (*)


 

loading...

#

Sebelumnya

144 siswa SMK YSO Ninabua Wamena dikembalikan ke orang tua

Selanjutnya

Polisi tangkap oknum ASN pembuat KTP palsu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe