PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Papua Bangkit
  3. Pemprov Papua sementara revisi RAD-GRK
  • Jumat, 19 Mei 2017 — 08:21
  • 625x views

Pemprov Papua sementara revisi RAD-GRK

Jayapura, Jubi - Sebagai wujud dukungan terhadap komitmen pemerintah pusat, saat ini pemerintah provinsi (Pemprov) Papua sedang melakukan revisi terhadap rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca (RAD-GRK) tahun 2012-2020 yang ditetapkan dalam Pergub Nomor 9 Tahun 2013.
Ilustrasi Efek Rumah Kaca - IST
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Sebagai wujud dukungan terhadap komitmen pemerintah pusat, saat ini pemerintah provinsi (Pemprov) Papua sedang melakukan revisi terhadap rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca (RAD-GRK) tahun 2012-2020 yang ditetapkan dalam Pergub Nomor 9 Tahun 2013.

Gubernur Papua Lukas Enembe, mengatakan revisi yang dilakukan bertujuan untuk menghitung kembali kegiatan bisnis as ussual (kegiatan dalam RPJMD), menyusun skenario mitigasi, strategi implementasi dan sistem pemantauan evaluasi pelaporan (PEP) dalam penurunan emisi gas rumah kaca di Papua.

"Perubahan ikilm merupakan salah satu isu dan tantangan utama pembangunan rendah emisi di Papua. Untuk itu, revisi penting dilakukan," kata Lukas Enembe, di Jayapura belum lama ini.

Ia menjelaskan, kondisi RAD-GRK Papua 2012 berdasarkan sumbangan dari sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 0,051 persen, kehutanan dan gambut 99,856 persen, energi 0,051 persen, transportasi 0,000 persen, dan sektor pengelolah sampah 0,042 persen.

"Jika dilihat sektor kehutanan memberi kontribusi tertinggi namun Papua saat ini masih dapat memberikan kontribusi secara positif atas emisi yang dihasilkan," ucapnya.

Ia tekankan, hitungan yang ada selama ini merupakan hitungan di atas kertas berdasarkan data tanpa menghitung pembangunan infrastruktur, pertumbuhan penduduk, pemekaran daerah baru, pembangunan lahan perkebunan serta kegiatan pembangunan yang berlangsung di kabupaten/kota.

Dia menambahkan, penyebab utama perubahan iklim adalah peningkatan konsentrasi emisi gas rumah kaca di atmosfer yang bersumber dari berbagai aktivitas manusia, termasuk bidang kehutanan dan penggunaan lahan.

"Maka itu, untuk menurunkan laju perubahan iklim dan dampaknya perlu dilakukan berbagai upaya mitigasi (penurunan emisi GRK)," tutupnya. (*)

 

#

Sebelumnya

Pelantikan bupati dan wali kota terpilih dilakukan di Gedung Negara

Selanjutnya

Gubernur minta masyarakat manfaatkan dana otsus bidang ekonomi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua