PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tentang aksi lilin, Lukas Enembe : Nilai kemanusiaan itu universal dan setara
  • Rabu, 17 Mei 2017 — 18:55
  • 1530x views

Tentang aksi lilin, Lukas Enembe : Nilai kemanusiaan itu universal dan setara

"Kita boleh peduli dengan persoalan di luar Papua, namun di dalam sini (Papua-red) banyak masalah yang harus menjadi perhatian dan kepedulian kita bersama-sama," ujarnya.
Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe saat menyerahkan dokumen rekomendasi kepada Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Biak, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk lebih peduli terhadap persoalan yang terjadi di Papua ketimbang memikirkan hal-hal yang terjadi di luar Papua.

Menurutnya aksi "seribu lilin untuk Ahok" yang dilakukan di sejumlah daerah di Papua termasuk Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura baik adanya karena menunjukkan simpati pada nilai-nilai kemanusiaan. Namun nilai-nilai kemanusiaan seharusnya berlaku universal dan setara. Sehingga ia berharap masyarakat Papua juga bisa menunjukkan simpati pada kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Papua. Terutama pada mereka yang meninggal karena pelanggaran HAM tersebut.

"Nilai kemanusiaan itu universal dan setara. Ada baiknya rakyat Papua juga berikan lilin-lilin tersebut kepada saudara-saudara kita yang meninggal karena pelanggaran HAM. Itu perlu karena orang Papua selalu mati sia-sia," kata Enembe setelah pendeklarasian dirinya untuk maju kedua kalinya sebagai calon Gubernur Papua, di hadapan masyarakat Kabupaten Biak Numfor di Lapangan Cenderawasih Rabu (17/5/2017).

Dikatakannya, masyarakat Papua harus lebih cerdas menangkap isu-isu yang berkembang selama ini dan juga bisa melihat secara utuh persoalan yang sebenarnya terjadi di Indonesia.

"Kita boleh peduli dengan persoalan di luar Papua, namun di dalam sini (Papua-red) banyak masalah yang harus menjadi perhatian dan kepedulian kita bersama-sama," ujarnya.

Dalam beberapa hari, selama minggu lalu, masyarakat Papua di beberapa daerah menunjukkan simpati atas penahanan Basuki Cahaya Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta, setelah divonis dua tahun penjara karena tuduhan penistaan agama.

Dalam catatan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penegakkan Hukum dan HAM Papua, sejak tahun 2012 hingga 2016, 58 orang tercatat sebagai korban pembunuhan di luar hukum. 41 diantaranya tewas karena pembunuhan di luar hukum itu.  

Pemerintah Indonesia, pada awal tahun 2016 berjanji akan menyelesaikan tiga kasus dugaan pelanggaran HAM Papua, yakni Kasus Wasior Berdarah (2001), Wamena Berdarah (2000) dan Paniai Berdarah (2014) dengan membentuk tim terpadu penyelesaian kasus dugaan pelanggaran HAM Papua. Kasus Wamena Berdarah menelan 30 korban tewas dan 40 luka parah. Sedangkan pada kasus Wasior Berdarah, tercatat empat orang dibunuh, 39 orang disiksa, satu orang diperkosa dan lima orang dihilangkan secara paksa. Sementara dalam kasus Paniai Berdarah, empat siswa terbunuh oleh peluru aparat keamanan dan puluhan lainnya terluka tembak.

Namun hingga kini, belum ada kejelasan dari penyelesaian tiga kasus dugaan pelanggaran HAM tersebut. (*)

Sebelumnya

Perubahan OPD menyingkirkan OAP

Selanjutnya

Jangan atasnamakan pemuda Tabi untuk kepentingan politik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua