Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Ini alasan tiga gereja anggota PGGP tidak ikut aksi
  • Selasa, 16 Mei 2017 — 21:28
  • 3138x views

Ini alasan tiga gereja anggota PGGP tidak ikut aksi

Jayapura, Jubi – Dalam aksi yang digelar Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Senin (15/3/2017), tidak diikuti tiga denominasi gereja anggota PGGP. Mereka adalah Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di Papua, Gereja Kingmi Papua dan Gereja Baptis Papua.
Massa memegang baliho di halaman kantor DPRP – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Aksi yang digelar Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Senin (15/3/2017), tidak diikuti tiga denominasi gereja anggota PGGP. Yakni Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di Papua, Gereja Kingmi Papua dan Gereja Baptis Papua.

Pdt. Dorman Wandikbo selaku Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di Papua mengatakan pihaknya tidak berpartisipasi dalam aksi itu, karena selama ini gereja-gereja di tanah Papua tidak pernah demo mengenai masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Papua. Padahal, banyak orang Papua mati ditembak, dibunuh, ditabrak, kesehatan buruk, pendidikan macet dan sebagainya.

“Gereja semakin buta dengan kondisi kemanusiaan seperti pelanggaran HAM di tanah Papua ini,” tutur Pdt. Dorman Wandikbo kepada Jubi via selularnya, Selasa, (16/5/2017). 

Menurutnya, ketiga denominasi gereja itu selama ini seringkali dianggap separatis oleh pemerintah, karena menyuarakan ketidakadilan rakyat yang kecil yang menderita dan menjadi korban ketidakadilan hukum .

“Maka, umat GIDI, Baptis dan Kingmi seluruhnya tidak hadir kemarin,” katanya.

Terpisah, Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (BPP PGGP), Pdt. Socratez Sofyan Yoman menegaskan, demo PGGP dan PGGSP adalah wujud solidaritas demi keadilan dan kemanusiaan di Indonesia dan Papua.

“Semua pihak harus membangun solidaritas yang kuat dan harmonis tanpa memandang latar belakang, pandangan ideologi, ras, etnis dan status sosial,” katanya.

Namun Socratez tidak setuju dengan demo PGGP kemarin. Menurutnya PGGP sudah keluar dari tugas utamanya yang memegang nilai-nilai universal.

“PGGP melegitimasi dan membenarkan pelanggaran HAM berat yang dilakukan negara selama ini. Kenapa PGGP selama ini membisu dan diam untuk berbicara tentang pelanggaram HAM yang merupakan kejahatan negara di Tanah Papua?” bebernya.(*)

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Lobi gedung DPR Papua dilahap api

Selanjutnya

Pendataan siswa untuk dana BOS dikhawatirkan jadi proyek

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe