PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Karantina Labuan gagalkan pengiriman kepiting ilegal
  • Senin, 08 Mei 2017 — 07:13
  • 678x views

Karantina Labuan gagalkan pengiriman kepiting ilegal

Selain dilindungi, kepiting bertelur yang hendak dikirim itu ukurannya sangat kecil dan tidak layak dikirim, sebagaimana yang diatur dalam peraturan yang berlaku.
Ilustrasi(Jubi/Detikfood)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kupang,Jubi  - Karantina Ikan Labuan Bajo, Manggarai Barat menggagalkan pengiriman kepiting bertelur secara ilegal ke Denpasar, Bali.

"Barangnya dimuat di dalam sebuah truk yang hendak diseberangkan ke Bali melalui pelayaran kapal fery," kata Kepala Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Labuan Bajo, Bima Arsal,  Senin ( 8/5).
 

Penangkapan sebagai langkah awal perlindungan terhadap sumber daya laut yang dilindungi itu kata dia dilakukan dengan bantuan dan kerja sama aparat KP3 Laut Polres Manggarai Barat.

"Setelah kami periksa barang yang mau diantarpulaukan ke Bali itu ternyata tidak memiliki dokumen resmi. Karena itu kami putuskan menahan barang itu," kata Bima Arsal.

Selain dilindungi, kepiting bertelur yang hendak dikirim itu ukurannya sangat kecil dan tidak layak dikirim, sebagaimana yang diatur dalam peraturan yang berlaku.

Jenis kepiting itu ukuran pengirimannya telah ditetapkan melalui surat Menteri Kelautan dan Peringanan dan ditindaklanjuti melalui Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamana Hasil Perikanan.

"Kami sangat punya komitmen melakukan perlindungan dan penegakan hukum sehingga langkah itu diambil," katanya tegas.

Komitmen perlindungan itulah, lanjut dia barang bukti berupa kepiting bertelur itu lalu dikembalikan ke habitatnya di laut lepas. "Kita sudah resmi melepas semua barang bukti kepiting bertelur itu pada Sabtu (6/5) kemarin di laut Desa Gorontalo Labuan Bajo," katanya.

Jumlah yang dilepas sebanyak 264 ekor meliputi 110 ekor bertelur, 164 ekor di bawah ukuran layak kirim yaitu di bawah 200 gram.

Dia berharap kejadian ini menjadi pelajaran buat seluruh komponen masyarakat yang ada khususnya pengusaha perikanan untuk mematuhi aturan yang ada. "Tentunya ini kami lakukan untuk kebaikan dan jangka panjang dari industri perikanan itu sendiri," katanya.

Sementara itu Penanggunga Jawab Karantina Ikan Labuan Bajo, Agus Priyantoro menambahkan penggagalan kepiting bertelur dan ukurannya tidak penuhi standar itu dilakukan berdasar Peraturan Menteri Kelautan No 56 Tahun 2016 tentang Pelarangan Penangkapan dan/atau pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

Peraturan menteri tersebut mengatur bahwa ukuran kepiting yang boleh ditangkap adalah lebih dari 200 gram dan/atau lebar karapas di atas 15 per ekor serta tidak boleh dalam kondisi bertelur.

Dia menjelaskan kawasan perairan di Provinsi Nusa Tenggara Timur khusus Manggarai Barat memiliki potensi laut dan perikanan yang sangat besar. Dengan adanya ekosistem terumbu karang, mangrove dan lamun, termasuk keberadaan Taman Nasional Komodo yang sudah mendunia.

"Kami sudah lepas semua yang ditangkap itu sebagai bukti komitmen pelestariannya," kata Agus.

Kegiatan pelepasan kepiting itu juga melibatkan berbagai pihak antara lain, KP3 Laut Polres Labuan Bajo, TNI AL setempat, WWF-Indonesia serta siswa SDN 2 Labuan Bajo. (*)

#

Sebelumnya

Tersangka pungli UNBK dilimpahkan ke jaksa

Selanjutnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua