Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Peneliti Balitbangda diharap mampu pecahkan masalah Papua
  • Jumat, 21 April 2017 — 19:00
  • 1411x views

Peneliti Balitbangda diharap mampu pecahkan masalah Papua

"Dalam capaian itu, Provinsi Papua pun masuk urutan delapan dari 33 provinsi yang memiliki akselerasi pertumbuhan IPM tertinggi di Indonesia," kata Enembe.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty bersama beberapa pimpinan SKPD saat mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Balitbangda - Jubi/Alex  
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty mengatakan sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, Balitbangda harus bisa mendayagunakan potensi yang ada.

"Hal ini perlu dilakukan agar hasil rekomendasi kegiatan penelitian, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan maupun masukan untuk sebuah proses pengambilan kebijakan pemerintah daerah," kata Enembe saat Workshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Balitbangda, di Jayapura, Jumat (21/4/2017).

Ia menuturkan, dibalik berbagai keberhasilan yang telah dibuat pemerintah provinsi, diakui masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan seperti kemiskinan, kebodohan, keterisolasian, ketertinggalan, keterbelakangan, ketidakadilan serta kematian.

Ia juga mengklaim empat tahun kepemimpinannya telah berhasil meletakkan dasar yang kuat melewati fase kebangkitan dan kemandirian menuju fase kesejahteraan bagi masyarakat.

Di antaranya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), pembangunan sosial bidang pendidikan dan kesejahteraan yang meningkat serta menurunnya angka kemiskinan di tanah ini.

"Dalam capaian itu, Provinsi Papua pun masuk urutan delapan dari 33 provinsi yang memiliki akselerasi pertumbuhan IPM tertinggi di Indonesia," kata Enembe.

Lebih jauh ia menjelaskan, penurunan tingkat kemiskinan masyarakat Papua sejak empat tahun kepemimpinannya, sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dimana pada 2013 lalu tingkat kemiskinan mencapai 31,52 persen, sementara pada 2016 turun menjadi 28,4 persen.

Demikian juga pertumbuhan dan perbaikan ekonomi Papua, yang semakin dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Hal demikian tergambar dari tingkat gini ratio mencapai 0,39 di 2016, sementara gini ratio 2013 sebesar 0,42. Capaian ini tentu lebih baik dari gini ratio rata-rata nasional yang pada kisaran 0,40. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Balitbangda Papua siap dorong pendataan OAP

Selanjutnya

Patung Yesus Kristus tertinggi di dunia akan jadi destinasi wisata internasional di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe