Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Gunung digusur, jalan trans Nabire-Paniai rusak
  • Rabu, 19 April 2017 — 17:01
  • 1910x views

Gunung digusur, jalan trans Nabire-Paniai rusak

“Ketika penggusuran gunung di sekitar KM 128 hingga KM 129 itu baru batu-batu dan potongan kayu dari arah gunung turun ke jalan. Sehingga badan jalan jadi begini (rusak),” kata Herman kepada Jubi di KM 128, Selasa, (18/4/2017).
Kendaraan dari arah Dogiyai sedang antrean di jembatan kali Ngadimo KM 129. Tampak sebuah Triton hendak melewati jalan yang rusak - Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Paniai, Jubi – Kendaraan roda dua dan empat dari arah Kabupaten Nabire ke Dogiyai, Deiyai dan Paniai terhambat tepat di Kilo Meter (KM) 129 Jalan trans yang menghubungkan Nabire ke Paniai. Penyebabnya banjiran lumpur yang sering menutupi badan jalan apabila terjadi hujan.

Kondisi ini telah berlangsung dua bulan sejak Februari hingga pertengahan April 2017 ini.

Menurut sopir lintas Herman (31), banjir lumpur itu muncul pasca penggusuran (babat) hutan mulai dari KM 128 hingga tepian kali Ngadimo pada akhir tahun 2016 lalu.

“Ketika penggusuran gunung di sekitar KM 128 hingga KM 129 itu baru batu-batu dan potongan kayu dari arah gunung turun ke jalan. Sehingga badan jalan jadi begini (rusak),” kata Herman kepada Jubi di KM 128, Selasa, (18/4/2017).

Ia mengatakan, lebih berbahaya jika hujan turun sebab batu bercampur kayu berhamburan di ruas jalan tersebut hingga membuat sejumlah kendaraan dari arah Nabire juga dari arah Dogiyai, Deiyai dan Paniai antrean panjang.

“Biasanya kendaraan truck, Avanza dan kendaraan yang tidak ada gardan stengah mati melewati medan ini. Kendaraan yang sulit melewati itu dari arah Dogiyai. Karena, harus naik sedikit tanjakan. Kalau dari arah Nabire gampang saja turun. Tapi kalau jalan parah itu kita antrean hingga kendaraan harus lewat,” ungkapnya.

Ia berharap, jalan trans itu merupakan salah satu transportasi alternatif yang menghubungkan tiga kabupaten di wilayah gunung. Sehingga diminta agar Pemerintah Daerah setempat memperhatikan secara serius. “Kalau tidak mau tangani segera, mengapa gunung di atas ini digusur,” katanya bertanya.

“Jalan ini bukan hanya kami sopir lintas punya. Tapi, bapak-bapak dan ibu-ibu pejabat punya juga. Mereka yang biasa pulang pergi. Maka, mereka harus buka mata untuk memperbaiki dengan serius. Biar ada kelancaraan bagi kita semua,” harapnya.

Terpisah, anggota DPRD Dogiyai, Yeheskel Anouw meminta kepada instansi terkait agar segera mencari solusi untuk mengatasi kondisi yang membuat pengguna jalan menjadi ganas ini. “Benar, di KM 129 itu rusak. Jalan ini satu-satu alternatif yang andalan bagi kita semua. Maka, kami sebagai wakil rakyat meminta kepada instansi terkait entar dari Nabire atau Dogiyai mencari solusi secepatnya dengan melobi ke Pemerintah Provinsi Papua atau Pusat di Jakarta,” jelas Anouw.

“Jangan biarkan kondisi ini larut. Kalau dibiarkan, saya yakin ini akan parah. Atau PT. Kresna Dewa yang selama ini tangani di sepanjang ruas jalan ini segera perbaiki. Jangan kasih tinggal. Sekali lagi, jangan biarkan kondisi ini menjadi besar,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

DPR Papua akan dorong perbaikan jalan Kaureh

Selanjutnya

Pembangunan PLTMG Holtekam sudah capai 40 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe