Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Maluku
  3. Kejari minta bantuan tangkap mantan kepala Bappeda
  • Rabu, 12 April 2017 — 16:35
  • 1827x views

Kejari minta bantuan tangkap mantan kepala Bappeda

Kami juga minta berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, dan meminta kepolisian untuk menangkap Vaya yang saat ini telah menjadi buronan
Ilustrasi (Jubi/Halobogor.com)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Ternate, Jubi - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Maluku Utara (Malut) meminta bantuan berbagai pihak untuk menangkap terpidana mantan Kepala Badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Maluku utara, Vaya Armaiyn yang terjerat kasus korupsi anggaran harmonisasi rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Kepala Kejaksaan Negeri Ternate, Andi Muldani Fajrin mengatakan, pencarian buronan tersebut tidak sebatas dilakukan pihak Kejari Ternate, pihaknya telah berkoordinasi dengan semua pihak.

"Kami juga minta berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, dan meminta kepolisian untuk menangkap Vaya yang saat ini telah menjadi buronan," kata Andi di Ternate, Rabu ( 12/4).

Andi mengaku sudah membicarakan dengan pihak Polres Ternate maupun Polda Maluku Utara, terkait prosedur penangkapan buronan yang paling dicari di daerah tersebut.

"Kami sudah koordinasikan bersama tim Inspeksi Polres dan Polda terkait prosedur penangkapan," katanya.

Dimana, dari hasil koordinasi tersebut telah disepakati prosedur penangkapan diarahkan ke Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung), sebab, alat deteksi pencarian yang dimiliki Inteljen Kejagung begitu komplit.

Andi menegaskan, dengan adanya koordinasi dan kerjasama ini dapat menangkap Vaya dalam waktu dekat dan adanya bantuan Inteljen Kejangung, diyakini bisa menangkap Vaya.

Dia mengatakan, Vaya yang juga putri sulung mantan Gubernur Malut Thaib Armaiyn sudah ditetapkan sebagai daftan pencarian orang (DPO) sejak 12 Januari lalu.

Keberadaan putri mantan gubernur itu belum ditemukan sampai sekarang. Daftar pencarian orang tersebut dikeluarkan lantaran Vaya tidak menggubris panggilan penahanan sebanyak tiga kali. Penahanan tersebut mengacu putusan Mahkamah Agung Nomor 741-K/Pid.Sus/2016 tanggal 26 Oktober 2016. (*)

 


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tenaga bersertifikat di pasar modal masih minim

Selanjutnya

Siasat Bumdes atasi ulah tengkulak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe