Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Dunia
  3. Diculik, wartawan Somalia berhasil melarikan diri
  • Senin, 03 April 2017 — 18:21
  • 1471x views

Diculik, wartawan Somalia berhasil melarikan diri

Guled ditemukan di satu pertanian di dekat Kota Kecil Afgoye, sekitar 30 kilometer di sebelah selatan Mogadishu, dalam kondisi terbelenggu. Ia belakangan dibawa ke satu kantor polisi di Afgoye untuk dimintai keterangan sebelum dibebaskan.
Hanad ALi Guled, jurnalis Somalia yang bekerja di stasiun televisi dan radio independen Goobjoog, terlihat lemah usai melarikan diri dari para penculiknya. (Jubi/Twitter)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Mogadishu,Jubi - Seorang wartawan Somalia yang diculik pada Sabtu (1/4) di bawah todongan senjata ditemukan dalam keadaan hidup pada Ahad tapi disiksa oleh para penculiknya.

Hanad ALi Guled, yang bekerja untuk stasiun televisi dan radio independen Goobjoog, mengatakan ia melarikan diri dari para penculiknya, setelah kendaraan yang mereka naiki mengalami gangguan, pada saat mereka berusaha memindahkan dia ke lain tempat.

Guled ditemukan di satu pertanian di dekat Kota Kecil Afgoye, sekitar 30 kilometer di sebelah selatan Mogadishu, dalam kondisi terbelenggu. Ia belakangan dibawa ke satu kantor polisi di Afgoye untuk dimintai keterangan sebelum dibebaskan.

Direktur kelompok media itu, Hassan Mohamud, menyerukan penyelidikan menyeluruh mengenai penculikan itu.

"Kondisi seputar penculikannya masih belum kami ketahui dan secara prosedur itu adalah pekerjaan lembaga keamanan serta lembaga terkait pemerintah untuk melakukan penyelidikan dan memastikan bukan hanya keselamatan Guled tapi juga semua wartawan pada umumnya di Somalia," kata Mohamud.

Wartawan tersebut dilaporkan dibawa ke tempat yang tidak diketahui pada Sabtu dan ditawan di satu ruang kecil. Berbagai upaya oleh anggota keluarganya dan teman-temannya untuk memastikan keberadaannya gagal.

Guled, yang dikatakan oleh rekan kerjanya di stasiun media itu telah menerima ancaman sehubungan dengan program bantuan kemarau, menyatakan kedua kakinya diikat dengan rantai saat ia ditawan.

Somalia tetap menjadi salah satu tempat yang paling berbahaya di dunia untuk wartawan; puluhan wartawan telah tewas, cacat atau dipaksa meninggalkan negeri tersebut.

Komite bagi Perlindungan Wartawan mengatakan 26 wartawan telah tewas di Somalia dari 2012 sampai tahun ini.(*)
 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Ghana tutup lokasi air terjun setelah insiden pohon tumbang

Selanjutnya

Campak terus mewabah di Romania

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua