Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. PSK Anak dan HIV di Jayapura
  • Selasa, 28 Maret 2017 — 08:35
  • 5907x views

PSK Anak dan HIV di Jayapura

Sebenarnya, mereka mempunyai rumah dan keluarga. Namun keluarga mereka tidak bisa lagi menerima mereka di rumah. Sejak orangtuanya bercerai, Bunga mulai mencari jati diri, kasih sayang, uang dan lain-lain, di luar rumah.
Selain di hotel-hotel kelas melati, aktivitas PSK anak juga ditemukan di kawasan Pasar Lama Sentani - panoramio.com
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Oleh Paskalis Magai

SORE hari langit kota Jayapura mulai gelap. Terlihat di sudut kota sosok beberapa remaja perempuan beraktivitas. Nampak  mereka bermain,  lihai, lugu, lincah, namun sekali-kali mengumbar tawa, sapa dan senyum kepada siapa saja yang menyapa mereka di remang-remang cahaya lampu.

Salah satu dari remaja perempuan ini, sebut saja namanya Bunga. Ia berumur 17 tahun. Bersama kawan-kawannya yang sebagian masih berusia dibawah 17 tahun, mereka berpenampilan apa adanya, tidak begitu mencolok dengan make up yang dikenakan. Bunga adalah salah satu PSK anak yang beraktivitas di jalan baru, eks Pasar Abepura. Orangtuanya bercerai sejak ia masih berusia 13 tahun. Selain beraktifitas sebagai PSK anak, Bungan dan teman-temannya ini juga sering menghirup lem Aibon. Hal ini membuat tubuh mereka kurus, selain karena setiap hari mereka menghabiskan hidup di jalanan.

Sebenarnya, mereka mempunyai rumah dan keluarga. Namun keluarga mereka tidak bisa lagi menerima mereka di rumah. Sejak orangtuanya bercerai, Bunga mulai mencari jati diri, kasih sayang, uang dan lain-lain, di luar rumah. Bunga mulai beradaptasi dengan anak-anak senasib lainnya. Dari penuturan bunga, dia tidak di terima oleh kakak laki-laki lagi di rumah, karena aktivitas buruk yang dilakukanya.

“Kakak saya adalah seorang polisi. Kalau saya mau pulang ke rumah selalu saja kakak marah-marah sama saya, sampai-sampai saya pernah di pukul. Mama saya tidak bisa berbuat banyak, karena kakak ini yang membiayai mama dan adik-adik saya lainnya. Makanya, saya lebih memilih tinggal di eks Pasar Abepura bersama teman-teman yang lain, dari pada dapat marah terus dipukul,” jelas bunga.

Perilakunya ini menyebabkan Bunga hamil. Tentu ia tidak tahu siapa yang menghamilinya. Apakah teman lelaki sesama anak-anak jalanan atau laki-laki hidung belang yang menggunakan jasanya.

Kehamilan Bunga juga dibenarkan oleh pendamping pekerja sosial anak, Rahmawati Kutanggas.

“Bunga beberapa waktu yang lalu sudah melahirkan anak perempuan, namun tidak tahu siapa bapaknya itu,” jelas Rahmawati.

Kehamilan Bunga ini rupanya membawa berkah untuknya. Ia bisa diterima kembali oleh keluarganya. Saat ini, Bunga dan bayi mungilnya itu tinggal bersama keluarga mamanya. Aktivitas Bunga mulai berubah secara perlahan. Ia berjualan pinang di depan rumahnya.

Namun menurut Rahmawati, sekali-kali Bunga masih “turun jalan” lagi.

Rahmawati mengatakan team pelayanan anak jalanan pemerintah Provinsi Papua, telah menjadwalkan Bunga bersama kawan-kawannya untuk diantar ke klinik/puskesmas guna pemeriksaan kesehatan. Ada indikasi anak-anak jalanan ini terkena penyakit infeksi menular seksual (IMS) atau bisa jadi sudah terjangkit HIV karena perilaku seks tidak aman dan ganti-ganti pasangan.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Jayapura, tepatnya di kota Sentani. Prostitusi anak lokal kian marak juga disana. Keluar malam hari mencari hiburan tampaknya sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat di kota Sentani. Tak heran bila malam datang, para PSK anak berada di jalan-jalan dan di pinggiran hotel bertipe melati. Salah satunya adalah kawasan Pasar Lama Sentani.

Dari hasil penelusuran, ternyata pengguna Jasa prostitusi  anak-anak kebanyakan adalah warga lokal Papua. Mereka lebih suka  memanfaatkan jasa  seks anak dan remaja jalanan. PSK anak bisa memanfaatkan pelanggan untuk memakai hotel dan rumah kos-kosan untuk sekali kencan. Itulah sebabnya PSK anak ini lebih suka mangkal di pinggiran hotel sehingga praktek jual beli seks ini lancar dan cepat.

Data dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (2013) menyebutkan, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara dengan persentase anak terlantar terbesar (368.680 %). Dan 33. 400 anak terlantar merupakan anak jalanan.

Data anak berhadapan dengan hukum (ABH) terhitung dari Januari – Oktober 2016 yang ditangani oleh satuan bakti pekerja sosial anak (Sakti Peksos PA) Kota Jayapura, kasusnya sangat bervariasi. Tercatat 12 anak yang di tangani/didampingi karena kasus percabulan, curanmor, kekerasan terhadap anak, narkoba, tabrak maut, pencurian, baik anak sebagai korban, anak sebagai pelaku dan anak sebagai saksi. Selain itu, anak degradasi mental (DM) berjumlah 03 orang anak dan anak jalanan/anak terlantar berjumlah 10 orang.

Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura adalah dua daerah di Papua yang memahami pentingnya menyelamatkan generasi Papua. Hal ini ditandai dengan penerapan kota layak anak/kampung layak anak. Namun disayangkan, pemerintah daerah  belum disertaitekad yang bulat atau langkah-langkah kongkrit yang menyentuh hingga ke akar-akar persoalan.

Dalam menyelamatkan hak-hak anak perlu lagi gerakan sosial yang kokoh dalam memberdayakan keluarga dari kemiskinan, sehingga anak-anak yang teridentifikasi bermasalah itu bisa dipulangkan kembali ke dalam keluarga.

Mempersiapkan keluarga adalah salah satu upaya yang perlu dipikirkan. Saya sepakat dengan kata-kata di kitab suci bahwa manusia bisa bahagia atau lebih bahagia lagi jika mereka belajar untuk merasa puas, mengutamakan Sang Pencipta dalam kehidupan dan hidup sesuai kehendak-Nya (Amsal 10 : 22). (*)

Penulis adalah pekerja sosial perlindungan anak dan di percaya sebagai Sekretaris Umum, DPD IPSPI Papua

Sebelumnya

Keluarga : Mikael Merani tidak bersenjata saat ditembak

Selanjutnya

Hotel di Jayapura wajib laporkan WNA

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe