Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Sidang sinode GKI di Waisai dinilai sarat kepentingan 
  • Sabtu, 18 Maret 2017 — 04:37
  • 4650x views

Sidang sinode GKI di Waisai dinilai sarat kepentingan 

Ketua GKI Klasis Balim Yalimo, Pdt. Yudas Meage mengatakan, sesuai aturan dan ditetapkan dalam SK melalui rapat bersama klasis dan jemaat-jemaat, ada tujuh orang yang diutus ke Waisai--tiga dari klasis, dua jemaat dan dua peninjau. 
Jumpa pers pengurus GKI Klasis Balim Yalimo di kantor Klasis, Jumat (17/3/2017)-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Sidang sinode GKI di Tanah Papua ke-17 di Waisai, Raja Ampat, Papua Barat dinilai sarat dengan kepentingan-kepentingan tertentu. Pasalnya pengurus GKI Klasis Balim Yalimo-Wamena diusir dari lokasi kegiatan. 

Ketua GKI Klasis Balim Yalimo, Pdt. Yudas Meage mengatakan, sesuai aturan dan ditetapkan dalam SK melalui rapat bersama klasis dan jemaat-jemaat, ada tujuh orang yang diutus ke Waisai--tiga dari klasis, dua jemaat dan dua peninjau. 

“Setelah kami ke sana, kami tidak dapat id card. Sore itu tiba langsung urus untuk tujuh orang, lima peserta dua peninjau dan kata panitia besok baru ambil, hari ketiga pembukaan sidang lalu ada intervensi dari ketua sinode sendiri bahwa kami tidak bisa diberikan id card,” katanya kepada wartawan di Wamena, Jayawijaya, Jumat (17/3/2017).

Sesampainya di Waisai, lanjutnya, ternyata yang mewakili Klasis Balim Yalimo sudah ditunjuk, yaitu Imanuel Rumere dan Albert Suebu. Padahal dua orang ini sudah meninggalkan tugas berbulan-bulan dari klasis. Maka tidak benar jika keduanya ditunjuk mewakili Klasis Baliem Yalimo. 

“Kami juga tanyakan ke ketua sinode bahwa tidak boleh ada penunjukan langsung untuk perwakilan Klasis Balim Yalimo, sehingga sempat terjadi adu mulut, bahkan sampai mereka ingin memukul. Sistem keamanan pun diperketat, sehingga kami sesalkan itu, lalu kami anggap sidang itu tidak sah,” katanya. 

Pendeta lainnya, Pdt. Abraham Ungirwalu menilai, sidang tersebut tidak seperti biasanya, bahkan dikawal ketat oleh TNI-Polri dan Satpol PP. 

Ia pun menyesalkan penolakan terhadap pihaknya. Tiga hari sebelum keberangkatannya ke Waisai, Badan Pekerja Klasis Balim Yalimo mendapatkan SK pemecatan, yaitu ketua klasis bersama beberapa pendeta di Klasis Balim Yalimo, sehingga pihaknya mempertanyakan hal tersebut. 

Meski ditolak dan diusir, Pdt. Ungirwalu mengakui Klasis Balim Yalimo tetap membangun jemaat dan berkomitmen untuk bekerja dan melayani jemaat. 

Pendeta lainnya, Pdt. Donal Hehanusa mengatakan, kedatangan perwakilan dari Klasis Balim Yalimo di sidang bahkan distigma separatis dan pentolan KNPB. 

“Mereka mencoba mengembangkan itu di sidang agar kami dipandang yang ingin mengacaukan pesta iman ini. Kami tegaskan, kami ini pendeta, warga gereja yang telah diamanatkan dalam tata gereja sebagai pemilik gereja dan tidak mungkin ingin mengacaukan suasana sidang, sehingga ini perlu kita luruskan,” katanya. 

Pdt. Abraham Tanamal—dari klasis Balim mengatakan, sinode ini direkayasa dengan melibatkan aparat keamanan. Hal ini dinilai sebagai bentuk tekanan psikis kepada peserta dari Klasis Balim Yalimo. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

BPJS Kesehatan Wamena lakukan penyuluhan bagi tenaga medis

Selanjutnya

Rumah Pohon “Buku Subu” bakal tujuan wisata budaya Yahukimo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe