PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pokja Papua jangan jadikan mama-mama sebagai proyek di pasar baru
  • Jumat, 17 Maret 2017 — 19:01
  • 1122x views

Pokja Papua jangan jadikan mama-mama sebagai proyek di pasar baru

Solpap menegaskan, sebelum ada pertemuan dengan mama-mama Papua, pedagang di pasar mama-mama tidak akan pindah ke pasar baru. Bagaimana proses mama-mama pindah ke pasar baru akan dilakukan dengan cara musyarawah.
Solpap bersama mama-mama di Pasar Mama-Mama Papua saat melakukan konsferensi pers, mempertanyakan tindakan Pokja Papua, Jumat (17/3/2017) - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) yang terdiri dari berbagai organisasi kemahasiswaan, organisasi gereja, aktivis Hak Asasi Manusia, Komunitas-Komunitas dan simpatisan,  menggelar jumpa pers, menanggapi kinerja Pokja Papua yang dinilai tidak menghargai Perjuangan SOLPAP dan Mama-mama Papua.
 
Frengky Warwer, pengurus Solpap, mengatakan Pokja Papua telah melakukan pekerjaan tanpa koordinasi dengan pengurus Solpap dan mama-mama di pasar. Solpap, lanjutnya telah memperjuangkan pasar mama-mama ini selama 15 tahun sehingga sewajarnya kegiatan yang berkaitan dengan pasar mama-mama Papua ini dikordinasikan bersama.

"Pokja Papua yang baru bergabung selama 6 bulan ini tiba-tiba melakukan pelatihan, jual daging sapi dan hal-hal lain. Jika terjadi konflik atau perpecahan di antara mama-mama, apakah Pokja Papua ini nanti yang akan bertanggungjawab?" tanya Frengky kepada Sejumlah Wartawan di Ruang Pertemuan Solpap, Jumat (17/3/2017).
 
Frengky mengatakan, SOLPAP, Pemerintah Daerah dan Pokja harus duduk bersama-sama dan untuk membicarakan hal ini. Jangan dijadikan mama-mama sebagai objek. Mama-mama harus dijadikan subjek dalam melakukan pembangunan ekonomi ini. Sebab para pedagang yang akan diakomodir di pasar baru Mama-Mama Papua ini harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan konflik baru.

Hingga tahun lalu tercatat 600 mama-mama Papua yang sering berjualan di Pasar mama-mama Papua. Sedangkan jumlah penjualan musiman 367 pedagang. Dari jumlah pedagang ini 225 mama-mama Yang aktif berjualan akan diatur masuk ke pasar yang baru.
 
“Kita harus bisa menempatkan mama-mama pasar sesuai dengan data base yang dimiliki Solpap. Apabila mereka semua sudah dimasukan ke pasar baru, barulah kita bisa merekrut mama-mama pasar yang berjualan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar,” kata Sekretaris Solpap, Meti Ronsumbre.

Solpap menegaskan, sebelum ada pertemuan dengan mama-mama Papua, pedagang di pasar mama-mama tidak akan pindah ke pasar baru. Bagaimana proses mama-mama pindah ke pasar baru akan dilakukan dengan cara musyarawah.

“Taruh jualan di lantai 1,2,3, itu mama mama yang berhak atur,” tambah Meti.

Mama Maboken, satu dari sekian pedagang di pasar mama-mama mengatakan perjuangan untuk mendapatkan pasar baru ini sangat panjang. Dari aksi di DPRP, Kantor Gubernur hingga Presiden. Oleh sebab itu ia berharap mama-mama bisa saling menjaga dari kepentingan-kepentingan orang luar yang tidak paham dengan sejarah panjang perjuangan mama-mama Papua.

"Kita juga jangan saling membeda-bedakan dari Paniai, dari Sorong, Merauke, Wamena, Biak, Serui Timika, Nabire atau tempat lain. Mari kami bersama-sama berjuang di kota Jayapura untuk meningkatkan eknomi dalam keluarga," kata Mama Maboken.

Pasar permanen yang dibangun oleh pemerintah pusat ini, merupakan satu pencapaian Alm. Robert Jitmau bersama mama-mama dan Solpap. Pasar ini diharapkan akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan mama-mama, selain berdagang, juga akan menjadi tempat strategis untuk proses pemberdayaan mama-mama Papua.
 
“Ibarat dalam sebuah perlombaan lari, seorang pelari yang akan mencapai garis finish akan menghadapi tekanan dan tantangan yang makin berat, seiring kelelahan dan juga energi yang terkuras habis. Sama halnya yang dialami oleh mama-mama dan Solpap,” lanjut Mama Maboken. (*)
 

Sebelumnya

Raja Ampat targetkan pendapatan wisata tahun ini Rp20 miliar

Selanjutnya

Solpap tolak rencana jual daging sapi di Pasar Mama-Mama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua