PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Dokter spesialis cenderung enggan bertugas di pulau terluar
  • Kamis, 09 Maret 2017 — 15:01
  • 1085x views

Dokter spesialis cenderung enggan bertugas di pulau terluar

Resistensi dokter spesialis yang bekerja di pulau terluar sangat rendah. Kalaupun ada dokter spesialis yang berkenan bekerja di daerah itu, jangka waktunya sangat singkat.
Ilustrasi ( Jubi/Beritasulsel.com)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kupang,Jubi- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Kornelis Kodi Mete mengatakan dokter spesialis daerah ini masih enggan bertugas di daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan terluar maupun daerah bermasalah kesehatan.

Mereka selalu menolak jika akan ditempatkan di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK), katanya, di Kupang, Kamis ( 9/3).

Mantan Bupati Sumba Barat Daya ini mengatakan, terkait pemerataaan pelayanan kesehatan melalui program kerja Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) 124 puskesmas di perbatasan, seharusnya para dokter spesialis siap ditugaskan dimana saja.

Menurutnya, meskipun ada yang menolak, namun ada pula dokter spesialis itu yang menerima dan ikhlas melaksanakan tugas serta pengabdian di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) yang berbatasan dengan negara lain.

Menurut Kornelis, keengganan tenaga medis itu mengakibatkan dokter-dokter spesialis tertumpuk di perkotaan.

Dia mengakui resistensi dokter spesialis yang bekerja di pulau terluar sangat rendah. Kalaupun ada dokter spesialis yang berkenan bekerja di daerah itu, jangka waktunya sangat singkat.

"Padahal situasi di tempat terpencil sangat berbeda dengan daerah lainnya," ujarnya lagi.

Dia berharap pemerintah daerah harus ikut bersinergi dalam upaya peningkatan minat dokter spesialis agar bersedia ditempatkan di daerah-daerah terpencil.

"Idealnya harus ada 40 dokter umum, 11 dokter gigi, dan sembilan dokter spesialis per 100.000 penduduk," katanya.

Sedangkan untuk perawat dan bidan, 117 perawat dan 75 bidan per 100 ribu penduduk, namun kuota itu belum dipenuhi di NTT karena berbagai keterbatasan.

"Apa yang diutarakan memang sangat ideal, namun (apa yang terjadi di) NTT masih jauh dari harapan,” katanya. (*)


 


 


 

BAWAH

Hujan es berpotensi terjadi lagi di Jawa Timur

Sumber: Tempo.co

Editor: Syam Terrajana

Surabaya, Jawa Timur, Jubi- Hujan deras disertai butiran-butiran kecil es telah terjadi pada Selasa sore , (7/3) di wilayah Surabaya.Prakirawan Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, Rendy Irawadi mengatakan potensi hujan es akan bisa terjadi kembali mengingat cuaca ekstrem diperkirakan berlanjut hingga bulan Mei mendatang.

“Potensi hujan es kemungkinan besar akan terjadi lagi, tapi kami tidak dapat memastikan,” kata Rendy.

Menurut Rendy, peristiwa hujan es sangat jarang terjadi di wilayah Indonesia. Teruntuk wilayah Jawa Timur, peristiwa hujan es ini sebagian besar melanda wilayah Surabaya. Selama tiga tahun terakhir, ada tiga kali kejadian hujan es di Jawa Timur. “Kejadian hujan es ini bisa dibilang 1:1000, sangat langka terjadi,” ujarnya.

Rendy mengatakan, terjadinya hujan es disebabkan karena jarak awan kumulonimbus (cumulonimbus/CB) dengan permukaan laut terlalu pendek. Sehingga, butiran es yang turun ke permukaan tanah tidak sempat mencair. 

“Apabila jaraknya sekitar satu kilo, terus awannya besar dan lebar itu cenderung bisa menjadi hujan es,” kata Rendy.

Rendy menambahkan, potensi terjadinya hujan es di wilayah Indonesia selalu berawal dari cakupan awan (cumulonimbus/CB) yang luas. (*)

Ilustrasi (Jubi/Pixabay.com)

#

Sebelumnya

Pengamanan Raja Salman tak boleh terlalu ketat

Selanjutnya

Guru kontrak di Bali mulai terima honor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua