Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Warga Perancis jadi tersangka penyelundupan kupu-kupu langka Papua
  • Minggu, 05 Maret 2017 — 17:50
  • 2346x views

Warga Perancis jadi tersangka penyelundupan kupu-kupu langka Papua

Diambil seorang warga negara Prancis berinisial DL dari Kampung Mokwam, Pegunungan Arfak, Papua, berhasil digagalkan.
Kupu-kupu langka berjenis sayap burung goliath (Ornithoptera goliath), jenis langka di Papua ( Jubi/Butterfly Corner.net)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jakarta, Jubi - Penyelundupan kupu-kupu langka berjenis sayap burung goliath (Ornithoptera goliath) yang diambil seorang warga negara Prancis berinisial DL dari Kampung Mokwam, Pegunungan Arfak, Papua, berhasil digagalkan.

"Kupu-kupu yang diseludupkan ini jenis kupu-kupu yang paling langka dan akan diselundupkan ke Prancis," kata penyidik Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Adrianus Mosa dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu ( 5/3).

Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Maluku Papua berhasil mengungkap upaya penyelundupan fauna yang dilindungi ini pada Kamis (2/3).

Barang bukti yang berhasil diamankan, berupa satu ekor kupu-kupu dewasa dalam kondisi mati dan empat ekor kepompong dalam kondisi hidup.

"Setelah melakukan proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), kami langsung menetapkan pelaku sebagai tersangka," ucapnya.

Barang bukti penyelundupan telah diamankan di kantor Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua. Tersangka dikenakan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana 5 tahun dan denda Rp100.000.000.

Menurut Adrianus, pelaku datang ke Manokwari pada 25 Februari 2017 dan menginap di Hotel Mangga, dan melanjutkan perjalanan esok harinya ke Pegunungan Arfak. Pelaku mendapatkan satwa kupu-kupu dilindungi tersebut di Kampung Mokwam.

Dari perkembangan sementara, perbuatan melanggar hukum ini direncanakan pelaku setelah datang ke Arfak pada 2016. Pada kedatangan pertama, pelaku membuat dokumentasi foto tentang kupu-kupu jenis langka di dunia itu, dan di 2017 datang kembali dan berupaya menyelundupkan kupu-kupu tersebut ke negara asalnya.

KLHK masih melakukan pendalaman penyidikan dengan menghadirkan Dosen Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat, sebagai penterjemah.(*)

 




 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Peraturan menteri LHK soal plastik diharapkan terbit April

Selanjutnya

Tempat hiburan, lembaga penyiaran diminta perdengarkan musik nasional seharian

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe