PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Perempuan & Anak
  3. KPAI: Empat anak Timika korban kekerasan sudah dikembalikan ke keluarga
  • Kamis, 23 Februari 2017 — 16:05
  • 1596x views

KPAI: Empat anak Timika korban kekerasan sudah dikembalikan ke keluarga

Macoleta Dimara (30) tante dari KM yang turut hadir dari Timika meminta kepada Polres Jakarta untuk mengusut tuntas dan menghukum pelaku sesuai aturan yang ada.
Ilustrasi kampanye hentikan pelecehan terhadap anak - IST
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI berhasil menyatukan kembali (reunifikasi) empat  dari tujuh anak Asal Timika, Papua yang diduga menjadi korban kekerasan dan eksploitasi di rumah penampungan di Jakarta Timur.

Menurut rilis KPAI yang diterima Jubi, Selasa (21/2/2017) keempat anak tersebut masing-masing berinisial KM (10), MM (13), YM (5) dan JS (7), sementara tiga  anak korban lainnya masih ditempatkan di rumah aman (safe house) Komnas Anak menunggu penyatuan kembali dengan orangtua biologisnya.

"Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan cucu saya ini. Saya atas nama keluarga besar Magal mengucapkan terima  kasih," ujar Paulina Magal (62) nenek dari MM (13) seperti dikutip rilis KPAI tersebut.

Reunifikasi korban dan keluarga korban yang digelar KPAI itu difasilitasi oleh Ketua Umum Komnas Petlindungan Anak Aris Merdeka Sirait. Selain Paulina Magal yang mewakili keluarga korban, disebutkan hadir pula Yunita Dimara (31) ibu kandung KM (10) yang baru pertama bertemu  kembali setelah 2 tahun terpisah dari keluarga di Timika.

Macoleta Dimara (30) tante dari KM yang turut hadir dari Timika meminta kepada Polres Jakarta untuk mengusut tuntas dan menghukum pelaku sesuai aturan yang ada.

"Pelaku SK (35) harus dihukum karena sudah siksa dan bikin susah ponakan kami dan tipu-tipu keluarga,” demikian tulis tilis tersebut mengutip Macoleta.

KPAI mengaku sudah menghubungi Ibu Siane Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Timika, dan Kapolres Timika untuk membantu melacak keberadaan orangtua kandung dari tiga anak asal salah satu kampung di Timika, masing-masing atas nama CR (4), YE (5)  dan JH (6).

Dikatakan kondisi ketiga anak yang masih berada dalam perlindungan KPAI dalam keadaan baik setelah dilakukan visum di RS Polri Kramat Jati. Selasa (21/2) ketiga korban dikatakan akan dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA di rumah aman. Sementara  pelaku SK masih diperiksa intensif di Unit PPA Polres Jakarta Timur.

Seperti dilansir detik.com Minggu (19/2) ketujuh anak tersebut diduga menjadi korban kekerasan di sebuah rumah penampungan ilegal yang dikelola SK yang mengaku berniat melakukan aksi kemanusiaan berbentuk sekolah misi terhadap anak papua. Namun ketujuh anak tersebut ternyata menerima perlakukan tidak manusiawi dan diduga menjadi korban kekerasan dan ekspoloitasi.

Atas kejadiaan ini  KPAI menghimbau masyarakat Papua yng mengetahui keberadaan orang tua biologis ketiga anak tersebut dapat menghubungi KPAI di Jakarta dan meminta pemerintah Kabupaten Timika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Timika dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Papua Barat.(*)

Sebelumnya

Miliki aset Rp23 triliun, Bank Papua diminta lebih berperan

Selanjutnya

Dua organisasi gerakan mahasiswa Indonesia dukung pemerintah soal Freeport

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua