PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Pemberian gelar adat adalah pelecehan terhadap adat
  • Kamis, 09 Februari 2017 — 17:20
  • 2043x views

Pemberian gelar adat adalah pelecehan terhadap adat

“Kita melihat itu biasa tetapi itu penghinaan terhormat,”ungkap Mabel dalam keterangan persnya di tanah Hitam, Abepura, kota Jayapura, Papua, pekan lalu.
Sidang adat masyarakat adat Sentani - Jubi/Cunding Levi
Benny Mawel
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Jelang Pilkada banyak gelar adat diberikan kepada seseorang demi memuluskan pencalonan dalam bupati maupun wakil bupati. Hal ini jelas memberikan kesan buruk karena gampangnya mengobral kepemimpinan adat

Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Lapago Lemok Mabel menilai pengangkatan seseorang ke dalam satu kelompok masyarakat adat menjelang pemilihan kepala daerah adalah suatu fenomena yang buruk.

“Kita melihat itu biasa tetapi itu penghinaan terhormat,”ungkap Mabel dalam keterangan persnya di tanah Hitam, Abepura, kota Jayapura, Papua, pekan lalu.

Karena itu kata dia, pengangkatan seseorang menurut budaya Papua itu tidak berlangsung secara musiman. Pasalnya lanjut dia penghargaan atau pengangkatan itu tidak datang dari atau atas tawaran, atas pemaksaan pihak luar melainkan harus datang dari kehendak komunitas masyarakat itu sendiri.

“Pengangkatan itu harus datang dari dalam masyarakat dengan sejumlah penilaian dan pertimbangan,”tegas Mabel.

 Kata dia, syarat lazim masyarakat memberikan pengharagaan atau pengangkatan seseorang menjadi anak adat itu dengan maksud dan simbol tertentu. Lazimnya ada simbol perang memeranggi musuh dan simbol ekonomi yang merujuk kepada kesejahteraan.

“Kita kasih busur anak panah, kalung dan bulu burung, alat kerja itu mengandung makna, bukan asal kasih, tanpa makna,”tegasnya.

“Kasih-kasih saja itu tidak ada dasar. Dasarnya apa?”tanya tokoh asal suku Yali Huwula ini.

Sementara itu Engelbertus Surabut, Sekretaris DAP wilayah Lapago menuding pemimpin masyarakat sudah tidak menjaga wibawa kekuasannya lagi. Lebih lanjut dikatakan bahwa pemimpin sudah melacurkan dirinya sendiri.

“Kita di Lapago itu ada itulah kepala suku plat merah. Mereka itu gampang ditipu dan dimanfaatkan pihak lain,”tegasnya.

Kata dia, pemimpin plat merah adalah para kepala suku yang diangkat pemerintah. Kerjanya lanjut dia mengenakan bulu burung merah lalu ukur jalan, masuk keluar kantor pemerintah.

“Pemimpin macam ini yang sudah menghancurkan adat,”tegasnya seraya menambahkan bahwa pemimpin yang benar harus jaga kampung, dusun dan masyarakat.

Karena itu, Surabut maupun Mabel berharap pemimpin masyarakat benaran maupun pemimpin plat merah menjaga wibawa adat dan kepaa suku.

“Kepala suku atau pemimpin itu harus punya wibawa buka murahan,”tegas Mabel.

Antropolog Papua JR Mansoben dalam disertasi doktoral berjudul "Sistem Kepemimpinan Politik Tradisionil di Irian Jaya, 1995"  di Universitas Leiden Negeri Belanda menyebutkan bahwa kepemimpinan tradisional di Papua terdiri dari beberapa tipe, yaitu pertama tipe kepemimpinan pria berwibawa, kedua tipe kepemimpinan ondoafi/kepala suku,ketiga  kepemimpinan raja, dan keempat sistem kepemimpinan campuran.

Pertama,   pria berwibawa atau Bigman antara lainKonsep Pria Berwibawa/ Big Man
Konsep pria berwibawa atau big man. Konsep pria berwibawa digunakan untuk satu bentuk atau tipe kepemimpinan politik yang diciri oleh kewibawaan (authority) atas dasar kemampuan pribadi seseorang untuk mengalokasi dan merealokasi sumber-sumber daya yang penting untuk umum (Sahlins, 1963). Strathern dalam Mensoben, (1995) mengemukakan bahwa ada dua arena yang digunakan untuk merebut kedudukan pria berwibawa, yaitu hubungan intern dan hubungan ekstern. Hal yang dimaksud dengan hubungan intern adalah usaha seseorang untuk memperoleh dan meningkatkan pengaruh serta keunggulannya didalam klen sendiri. Sedangkan hubungan ekstern diartikan sebagai keberhasilan seseorang untuk menjalin hubungan dengan pihak-pihak luar yang terdiri dari sekutu, bekas musuh dan hubungan antar pria berwibawa. Pada umumnya individu-individu yang berhasil di dua arena tersebut diakui sebagai pria berwibawa utama dan yang dapat menduduki posisi superior untuk bertahun-tahun lamanya.

Kedua, Sistem Kemimpinan Ondoafi,sistem kepemimpinan ondoafi merupakan sistem kekuasaan politik yang bersifat pewarisan. Kepemimpinan ondoafi memiliki beberapa modal yang kuat untuk dikelola bagi kepentingan dirinya maupun bagi warga. Modal-modal kekuasaan tersebut antara lain adalah  modal sosial, modal simbolik dan modal material. Modal-modal itu tercover dari sumber-sumber kekuasaannya sehingga merupakan bagian yang terintegratif tidak terpisah satu sama lainnya. Struktur kepemimpinan dalam sistem ondoafi terbagi atas tiga tingkat, yaitu tingkat klen kecil (imea), tingkat kampung (yo) dan tingkat konfederasi. Terdapat tiga pengertian yang terkandung dalam konsep tingkat klen kecil.

Ketiga, sistem kepemimpinan raja, sistem ini menghargai seorang raja yang diperoleh berdasarkan garis keturunan. Kewibawaan dan otoritas seorang raja pada waktu lalu adalah sangat besar, hal ini tercermin dalam kepatuhan yang ditunjukkan oleh rakyatnya terhadap keputusan, peraturan yang dikeluarkan oleh raja. Dalam kepemimpinan raja terdapat struktur organisasi yang jelas dan pembagian kerja yang jelas berdasarkan bagian-bagian struktur tersebut.

Keempat,sistem kepemimpinan campuran merupakan tipe kepemimpinan  yang muncul dari individu-individu yang tampil sebagai pemimpin atas dasar kemampuannya sendiri, atau atas dasar keturunan. Tipe yang bersifat campuran yaitu antara tipe kepemimpinan pria berwibawa, tipe kepemimpinan raja dan tipe kepemimpinan klen.(*)

Sebelumnya

Papua siap tangkal masuknya penyakit anthrax

Selanjutnya

Masyarakat Nendali panen ikan bantuan PT Pertamina

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua