Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kodam Cenderawasih: kami tegakkan aturan, tapi digugat
  • Kamis, 20 September 2018 — 20:06
  • 1036x views

Kodam Cenderawasih: kami tegakkan aturan, tapi digugat

“Tidak mungkin kami dapat mengawasi satu per satu. Kalau terbukti ada prajurit kami seperti itu, kami akan memberikan sanksi,” ujarnya.
Ilustrasi Kodam XVII Cenderawasih - http://kodam17-cenderawasih.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih, Kolonel Inf M. Aidi mengatakan, pihaknya secara institusi berkomitmen memberantasan peredaran minuman beralkohol (minol) di Papua. Namun ketika upaya itu dilakukan, pihaknya justru digugat oleh mereka yang merasa dirugikan.

Hal itu dikatakan Kolonel Inf M. Aidi terkait gugatan yang diajukan pihak yang merasa dirugikan ke Pengadilan Negeri (PN) Jayapura, lantaran Kodam XVII Cenderawasih mengamankan (menahan) dua kontainer berisi 1.200 kardus atau 9.700 liter minol berbagai jenis, yang dikirim dari Jakarta di Pelabuhan Jayapura, 21 Juni 2018.

“Ini memang ironis, saat kami mau menegakkan aturan, menyelamatkan orang banyak, kami malah digugat. Jika dilihat secara alur cerita, justru kami jadi pesakitan namun itu merupakan risiko dari tugas,” kata Kolonel Inf M. Aidi kepada Jubi, Rabu (19/9/2018).

Menurutnya, selain demi kepentingan masyarakat, sikap Kodam XVII Cenderawasih mengamankan (menahan) 9.700 liter minol ketika itu, juga untuk melindungi prajuritnya, karena tidak menutup kemungkinan ada oknum prajurit TNI di Papua yang mengkonsumsi minol.

“Tidak mungkin kami dapat mengawasi satu per satu. Kalau terbukti ada prajurit kami seperti itu, kami akan memberikan sanksi,” ujarnya.

Namun katanya, silakan saja pihak yang merasa dirugikan mempraperadilankan Kodam XVII Cenderawasih, pihaknya akan menghadapi gugatan tersebut.

“Kini sudah memasuki tahap meminta keterangan saksi dari pihak Kodam sendiri maupun saksi lain. Kami akan hadapi semua itu,” ucapnya.

Sementara Sekretaris II Dewan Adat Papua, John NR Gobai mengatakan, peraturan daerah provinsi (perdasi) nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan peredaran minol perlu direvisi, dan memasukkan organisasi masyarakat untuk mengawal aturan itu.

Menurutnya, jika penjual dan pemasok tak segan terhadap penegakan yang dilakukan pemerintah dan aparat keamanan, sebaiknya melibatkan organisasi masyarakat (ormas). Namun peran ormas harus tersurat dalam perdasi itu, untuk mendukung tugas Satpol PP dan kepolisian menegakkan perdasi.

“Gunakan people power (kekuatan masyarakat). Nantikan dibekali oleh Satpol PP dan kepolisian. Kalau ditemukan tindak pidana, itu ranah kepolisian. Tapi solidaritas ini juga harus melibatkan para tokoh berpengaruh di daerah memberi pembinaan kepada pecandu," kata Gobai. (*)

loading...

Sebelumnya

Besok sidang, Solidaritas anti Miras dan Narkoba dukung Kodam

Selanjutnya

Tumpang tindih aturan lemahkan Perdasi Minol di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4856x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4265x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4116x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3465x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2919x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe