TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tokoh pemuda: Timsel KPU Puncak harus independen
  • Selasa, 31 Juli 2018 — 21:09
  • 1040x views

Tokoh pemuda: Timsel KPU Puncak harus independen

Hal ini mengingat sebagian besar calon Komisioner KPU merupakan tim sukses dari salah satu calon yang gagal dalam pemilihan bupati beberapa waktu lalu.
Ilustrasi Kantor KPU Papua - Jubi/Dok.
Roy Ratumakin
[email protected]
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Tokoh Pemuda Kabupaten Puncak, Yomi Mom berharap Tim Seleksi (Timsel) calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Puncak, bersikap independen dalam melakukan penetapan kepada para calon yang sedang mendaftar.

Hal ini mengingat sebagian besar calon Komisioner KPU merupakan tim sukses dari salah satu calon yang gagal dalam pemilihan bupati beberapa waktu lalu.

"Dari 29 calon Komisioner KPU yang mendaftar, ada sekitar 10 orang yang merupakan tim sukses dari salah satu calon yang gagal dalam Pilbup kemarin. Untuk itu, pihak Timsel harus selektif dan bersikap independen dalam menentukan siapa yang duduk sebagai Komisioner KPU Kabupaten Puncak nantinya," kata Yomi Mom kepada wartawan, Selasa (31/7/2018) di Jayapura.

Malahan, menurut Yomi Mom, salah seorang  calon komisioner KPU berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Menurut undang-undang kan tidak boleh. Nah ini yang harus menjadi perhatian para Timsel," ujarnya.

Yomi Mom mengatakan, apabila para tim sukses tersebut lolos hingga dilantik menjadi komisioner KPU dikhawatirkan akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Aksi balas dendam itu pasti ada. Calon mereka kan tidak lolos, saya yakin mereka akan lakukan balas dendam ketika mereka menjadi komisioner KPU. Dan kami takutnya, akan terjadi konflik lagi seperti konflik beberapa waktu lalu sebelum pelaksanaan Pilbub," katanya.

Ditempat yang sama, Nataniel Wandik selaku tokoh masyarakat Kabupaten Puncak menambahkan, Timsel sangat perlu berhati-hati agar tidak dituduh sebagai alat penguasa, sekaligus introspeksi dan memperbaiki sistem, menjaga netralitas, serta tidak sembarangan mengambil keputusan.

"Hal ini harus dilakukan agar legitimasi pemilu ke depan bisa terjaga," katanya.

Nataniel Wandik menambahkan, pihaknya sangat menggantungkan harapan agar Timsel dapat merekomendasikan calon yang terbaik. Mengingat saat ini diwajibkan untuk melakukan fit and proper test tidak hanya kepada calon anggota KPU di kab/kota tetapi juga provinsi.

"Jadi kami sangat berharap bapak/ibu bisa memilih yang terbaik yang punya integritas," ujarnya. (*)

loading...
Loading...

Sebelumnya

Sengkarut penerimaan praja IPDN pintu masuk mengurai berbagai masalah

Selanjutnya

Sekda Papua : Tak ada istilah negosiasi dalam penyelesaian PAP Freeport

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe