TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Persipura stop berpura-pura
  • Senin, 30 Juli 2018 — 04:43
  • 8407x views

Persipura stop berpura-pura

Inilah posisi terburuk Persipura dalam lima tahun terakhir.
Aksi Imanuel Wanggai saat Persipura menjamu PSIS Semarang di Stadion Mandala Jayapura - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
[email protected]
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Go-Jek Liga 1 2018 bersama Bukalapak tidak ada jeda. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi tidak memberi waktu istirahat buat 18 klub tarik nafas.

Selesai putaran pertama pascapertandingan tunda Persebaya menjamu Persib di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis 26 Juli 2018.

Liga paling wahid di Indonesia ini langsung tancap gas menuju putaran kedua.

Pergeseran terjadi, klasemen berubah. Persib ambil alih pimpinan, setelah menang 4-3 atas Persebaya. Maung Bandung mengumpulkan 29 poin dari 17 pertandingan.

Hanya terpaut satu angka dari tiga pesaing terdekat Barito Putra, Persija Jakarta dan PSM Makassar punya poin sama 28.

Peringkat lima ada Madura United poin 27 dan bersama Persija sudah bermain satu laga lebih banyak.

Lalu Persipura ada dimana?. Tim kebanggaan rakyat Papua saat ini menempati peringkat 11.

Persipura awali putaran kedua dengan kurang meyakinkan setelah takluk 2-3 atas Persela, Minggu, 29 Juli 2018 di Stadion Surajaya, Lamongan.

Bercokol di papan bawah, Mutiara Hitam baru kumpul 24 poin. Beda lima angka dari Persib.

Inilah posisi terburuk Persipura dalam lima tahun terakhir.

Semua tahu musim ini perjalanan tim yang berdiri tahun 1963 itu sedikit kurang sedap. Banyak pemain top hengkang.

Pihak sponsor, PT Freeport Indonesia dan Bank Papua lamban merespon. Minim dana serta persiapan tertatih-tatih, Persipura tampil seadanya.

Manajemen tunjuk Peter Butler sebagai pelatih di awal musim.

Mengandalkan pemain muda asli Papua ditambah duo pemain asing asal Brazil plus Maiga yang rajin cidera.

Persipura sempat menikmati pimpin klasemen enam pekan tapi tidak bertahan lama. Boaz dan kolega hanya jago kandang.

Di luar tidak berkutik. Hanya satu kali menang, empat kali seri dan empat kali kalah.

Butler dapat jempol karena dinilai banyak beri kepercayaan pemain muda lewat menit bermain.

Negatifnya, pelatih asal Inggris itu tidak punya pendirian. Selalu berubah-ubah dalam skema dan susunan pemain.

Masuk pekan 10 hingga 14, Persipura mendapat guncangan. Kalah 2-0 dari Persija, imbang 1-1 lawan Persebaya.

Imbang lagi 1-1 di Mandala dengan PSM Makassar lalu kalah di Bali 2-0. Di rumah sendiri Stadion Mandala kembali kalah 2-0 dari Bhayangkara.

Pendukung setia dan masyarakat Papua menuntut. Manajemen menjawab dengan mengganti Butler. Manajemen mendatangkan ekspatriat dari Brazil.

Osvaldo Lessa, Lydio Souza dan Amilton Silva de Olivera. Mereka bukan orang baru. Tim pelatih Persipura menjadi 5 orang plus Alan Haviludin pelatih kiper dan Tony Ho.

Ketua umum Persipura Benhur Tomi Mano (BTM) bilang pemain Papua cocok ditangani pelatih Brazil.

Selesai bertanding di Stadion Marora, Serui dalam derbi Papua lawan Perseru, Minggu (22/7/2018). Tim pelatih langsung evaluasi perjalanan putaran pertama.

Pertama Amilton minta pengurus tambah lagi pelatih dari Brazil, Fabio Oliviera. Tugasnya sebagai analis pertandingan.

Kemudian mencoret Marcel Sacramento dan Abdoulaye Maiga. Pro dan kontra muncul terkait Sacramento. Kalau Maiga pantas ditendang, karena pemain penyakitan.

Menurut Billy salah satu anggota Persipura mania. Seharusnya yang diganti adalah Hilton Moreira.

"Sacramento sudah cetak 7 gol dan masuk 10 besar daftar top skor. Hilton, apa yang bisa diharapkan. Soal pemain memang mutlak hak pelatih. Kita masyarakat hanya bisa berpendapat," katanya kepada Jubi, Minggu (29/7/2018).

Rekomendasi pelatih merekrut Addison Alves dan Marcio Nascimento Rosario, mantan pemain Fluminense klub Liga A Brazil. Selain itu Valentino Telaubun, bekas Persija.

Addison musim lalu sudah menjadi mesin gol Persipura. Telaubun buat melapis Boaz Ataruri dan Kevin Rumaikiek, posisi wing bek kiri.

Marcio Nascimento adalah seorang bek tengah. Persipura masih punya kuota satu pemain Asia. Pelatih masih mencari figur yang pas.

Roby Maruanaya, pelatih Papua yang punya lisensi A AFC setuju manajemen merekrut bek baru ganti Maiga.

"Kalau pemain belakang atau bek dari Brazil sangat cocok dan tepat," kata Maruanaya yang kita melatih tim Liga 3, Persemar Mamberamo Raya.

Jika pada tiga laga terakhir Amilton harus beri instruksi dari luar lapangan. Putaran kedua sudah bisa dampingi tim saat bertamu ke Persela Lamongan, Minggu (29/7/2018).

Banyak pelatih Brazil di tubuh Persipura, juga pemain baru. Tentu mereka tidak datang dengan gratis.

Tugas pelatih sangat komplit. Ada yang mengasah fisik, ahli taktik hingga analis pertandingan.

Itu artinya hanya ada satu pilihan atau jawaban di akhir kompetisi. Persipura wajib juara. Tidak ada alasan atau nanti cari kambing hitam.

Mantan wartawan senior di Papua, Roberth Wanggai yang kini duduk sebagai anggota Majelis Rakyat Papua,  sebuah lembaga representasi kultur orang asli Papua pernah mengatakan kalimat ini.

"Persipura bukan kura-kura. Persipura juara bukan pura-pura".

Kalau begitu Persipura stop pura-pura. Masyarakat Papua selalu menuntut kemenangan. Karena memang Persipura adalah tim juara.

Peraih empat bintang ini belum ada klub yang bisa menyaingi. (*)

loading...
Loading...

Sebelumnya

I Putu Gede menyoroti penyelesain akhir Perseru

Selanjutnya

DJM puji keberhasilan Elang Brimob

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe