Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. IS-UKAM tolak pertambangan emas ilegal beroperasi di Pegubin dan Yahukimo
  • Sabtu, 20 Januari 2018 — 09:09
  • 2301x views

IS-UKAM tolak pertambangan emas ilegal beroperasi di Pegubin dan Yahukimo

"Kuat dugaan, pihak PT Brantas memberitahukan lokasi itu ke salah satu pengusaha di Yahukimo," katanya, Kamis (19/01/2018), di Dekai.
Pengurus IS-UKAM saat menunjukkan surat pernyataan sikap - Jubi/Piter Lokon
Piter Lokon
piter@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yahukimo, Jubi - Ikatan Suku Besar Una, Kopkaka, Arumtap, Arupkor, Mamkot, Momuna (IS-UKAM) Papua, menduga ada pertambangan emas ilegal yang beroperasi di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) dan di Distrik Suntamon, Kabupaten Yahukimo.

Disampaikan Sekretaris IS-UKAM, Timeus Aruman, sesuai isi surat pernyataan sikap yang mereka buat, lokasi tambang emas tersebut ditemukan PT Brantas, ketika mengerjakan jalan penghubung Dekai, Kabupaten Yahukimo, menuju Oksibil, Kabupaten Pegubin.

"Kuat dugaan, pihak PT Brantas memberitahukan lokasi itu ke salah satu pengusaha di Yahukimo," katanya, Kamis (19/01/2018), di Dekai.

Lanjutnya, setelah dilakukan riset dan uji coba, ternyata benar di lahan tersebut terdapat kandungan emas.

"Pengusaha tersebut kemudian mendatangkan pekerja dari Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan," tuturnya.

Menurut Aruman, mereka sempat menanyakan terkait aktivitas penambangan yang telah berlangsung selama kurun waktu tiga bulan tersebut, kepada pengusaha tambang. Namun jawaban yang mereka terima, di lokasi itu sedang ada pembangunan perumahan masyarakat Korowai.

"Diduga kedoknya itu. Katanya ada pembangunan gereja juga," sampainya.

Tambahnya, setelah masyarakat adat yang tergabung dalam IS-UKAM, pemerintah setempat, anggota DPRD, dan pihak keamanan mengecek lokasi, ternyata benar penambangan tersebut beroperasi tanpa mengantongi izin.

"Mereka menipu kami. Aktivitas tambang tersebut ilegal. Kami minta segera ditutup dan pekerjanya dipulangkan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Una-Ukam, Yakobus Kisamlu, mengatakan tanah yang dimasuki dan dikelola tanpa izin, jelas melanggar Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

"Kami tolak penambangan ilegal, karena mereka masuk tidak melalui pintu tetapi melalui jendela. Mereka masuk sebagai pencuri," tegasnya. (*)

Bersamaan dengan penolakan tersebut, masyarakat adat yang tergabung dalam IS-UKAM, menyatakan pernyataan sikap berisi lima poin, yang mendesak aktivitas pertambangan itu segera dihentikan.

Berikut kelima poin pernyataan sikap yang ditanda-tangani pengurus IS-UKAM dan ketujuh tokoh adat Suku Una, Kopkaka, Arumtap, Arupkor, Mamkot, dan Momuna.

1. Kami menyatakan pendulangan emas di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pengubin dan Distrik Suntamon Kabupaten Yahukimo adalah ilegal. 

2. Masyarakat UKAM sebagai hak ulayat menolak pelaku pendulang. 

3. Semua perusahaan, toko, kios, warung, dan heli yang mendukung kegiatan pendulangan emas sebagai fasilitator, administrator, dan perantara, segera berhenti.

4. Sementara ini PT Brantas berhenti bekerja, karena mereka adalah aktor di balik pendulangan emas.

5. Jika tidak mengindahkan permintaan ini, maka kami akan bertindak secara hukum adat. 

loading...

Sebelumnya

KPU Jayawijaya segera verifikasi dualisme dukungan partai Hanura

Selanjutnya

Patah kaki dan hipotermia, pendaki Latvia dievakuasi tim SAR dari Puncak Cartenz

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5122x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2827x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2722x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe