Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. RSUD Paniai mengakui sering kekurangan obat
  • Selasa, 09 Januari 2018 — 20:43
  • 895x views

RSUD Paniai mengakui sering kekurangan obat

RSUD Paniai selama ini menjadi rujukan sub regional wilayah adat Meepago.
Orangtua memeluk anaknya yang sedang dirawat di ruang anak RSUD Paniai, Selasa, (9/1/2018) - Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Paniai, Papua, Paniai, dr  Agus, mengakui sering kekurangan obat karena pasien yang diayani berasal berasal bebagai daerah tak hanya di Paniai, namun juga Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya. RSUD Paniai selama ini menjadi rujukan sub regional wilayah adat Meepago.

"Serta tidak semua obat yang tersedia karena disesuaikan dengan klasifikasi rumah sakit. Pengobatan diberikan petugas disesuaikan dengan tingkat kesakitan dan jenis penyakit yang diderita pasien," kata Agus, Selasa (9/1/2017)

Sedangkan ia mengakui saat  ini tenaga dokter spesialis sudah lengkap, di antaranya dua spesialis penyakit dalam, dua spesialis bedah, dua spesialis kandungan, satu spesialis anak, dan seorang spesialis patologi klinik dan satu spesialis Anestesi.  

Agus menilai karakter masyarakat Paniai  rata-rata baru datang berobat saat sakit berat, sehingga memerlukan obat yang jauh lebih banyak. “Itu yang harus dirubah, sehingga pencegahan sebelum sakit berat itu yang harus dilakukan masyarakat ke depan," kata Agus menambahkan.

Ia mengaku RSUD Paniai yang ia kelola sudah lulus akreditasi  dari komite akreditasi rumah sakit dan sekarang sedang proses naik tipe C.

Sebelumnya pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Paniai, mengaku tidak ada obat yang diberikan oleh tenaga medis saat proses penyembuhan lewat rawat inap. Pasien mengaku hanya mendapat cairan (infus) yang dipasangkan hingga berminggu-minggu.

"Saya bawa dua anak sejak hari Senin lalu. Mereka (pihak medis) cuma memasang cairan saja. Tidak ada obat yang diberikan kepada pasien. Hampir tiap hari begitu," kata Roy Adii, orangtua dua pasien rawat inap RSUD Paniai, kepada Jubi Selasa.

Ia mengatakan, kedua anaknya itu mengalami panas tinggi, namun seorang  telah meninggal dunia karena tidak ada obat yang diberikan. "Saya punya anak ini cuma sakit panas tinggi saja. Tapi tidak bisa ditangani,” kata Roy menambahkan.

Roy menuding, RSUD Paniai sengaja membiarkan, padahal dana di bidang kesehatan terbilang cukup besar. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga kampung Toladan terima pembagian kelambu

Selanjutnya

Jurnal antropologi Uncen pernah menjaring pelanggan internasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe