Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Ini alasan produksi kopi Dogiyai sempat menurun
  • Rabu, 22 November 2017 — 23:16
  • 3468x views

Ini alasan produksi kopi Dogiyai sempat menurun

Petani kopi sempat memilih memproduksi kacang tanah, beternak bahkan ada yang beralih menjadi buruh bangunan.
Sekretaris Dinas Perindag dogiyai, Andrias Gobai (kanan) menyerahkan topi peserta kepada Sekda Dogiyai, Natalis Degey – Jubi/Ist
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi- Pemerintah Daerah Dogiyai  menyebutkan keberadaan kopi jenis Arabika di daerah setempat sempat menurun karena sejumlah penyebab yang membuat para petani malas menanam dan merawat tanaman kopi.

“Hal ini karena kopi tidak cukup memberikan masukan atau pendapatan ekonomi untuk keluarganya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Dogiyai, Natalis Degei, saat pembekalan perawatan dan pengolahan tanaman kopi, Kamis, (24/11/2017).

Natalis menyebutkan akibatnya petani kopi lebih memilih memproduksi kacang tanah, beternak bahkan ada yang beralih menjadi buruh bangunan.

“Kopi dari Kamuu dan Mapia yang berjaya selama beberapa dekade mengalami kemerosotan,” kata Natalis, menambahkan.

Padahal, keberadaan  perkebunan kopi di daerah setempat sempat terkenal di bawah bimbingan dan usaha para Misionaris Katolik. Para petani yang sempat setia merawat kebunnya menyusut karena  tidak ada  dukungan dari para pelaku ekonomi dan Pemerintah, baik dalam akses pemasaran maupun produktivistas pengolahan.

Natalis mengakui kondisi itu menjadi catatan dan koreksi penting bagi Pemerintah, terutama Bappeda, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM dalam penanganan kopi dari  hulu hingga hilir.

Saat ini ia mengajak para petani mampu berlatih dapat memfokuskan perawatan kopi yang masih ada serta mau menanam kembali dalam jumlah yang besar. “Karena pasar sudah ada dengan menawarkan harga yang dapat menguntungkan,” katanya.

Sekretaris Dinas Perindustian dan Pedagangan Kabupaten Dogiyai, Andrias Gobai menyatakan sedang mengembalikan kejayaan  petani di daerahnya dengan mengirimkan 144 orang petani kopi Arabika yang mewakili dari 72 Kampung dan sepuluh Distrik di Kabupaten Dogiyai. 

“Itu setelah mereka mengikuti pembinaan kemampuan teknologi industri pengolahan Kopi,” kata Andrias.

Menurut dia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan  berkolaborasi dengan beberapa elemen seperti SCOUPI, Pokja Papua dan Yapkema Papua di Moanemani dan Mapia mulai, 20  hingga 25 November 2017.

“Mereka  adalah para petani yang memiliki kebun kopi sendiri dengan jumlah pohon 200 hingga 1.700 pohon kopi,” kata Andrias menjelaskan.

Pembekalan materi meliputi dua pengetahuan utama terkait perawatan tanaman kopi dan pengolahan kopi Arabika pasca panen.

Menurut Gobai, materi tersebut pengetahuan yang relatif baru bagi para petani kopi arabika Dogiyai, sekalipun mereka telah memiliki kebun kopi setidaknya berusia 30-40 tahun. (*)

 

loading...

Sebelumnya

SPBU Dogiyai hanya jual premium dan solar

Selanjutnya

Kondisi pasar Enarotali di Kabupaten Paniai dikeluhkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe