Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Hilang lima hari, penjelajah Inggris ditemukan di belantara PNG
  • Rabu, 22 November 2017 — 15:45
  • 506x views

Hilang lima hari, penjelajah Inggris ditemukan di belantara PNG

Koresponden keamanan BBC, Frank Gardner, teman dekat Allen, melaporkan bahwa ia sedang dalam masa pemulihan dari demam. Dia menyarankan bahwa kesakitan itu yang mungkin menjelaskan mengapa dia menghilang.
Benedict Allen tertinggal penerbangan pulang ke Hong Kong pada hari Minggu 12 November 2017 – the Guardian/Richard Gardner/Rex/Shutterstock
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port Moresby, Jubi – Seorang penjelajah asal Inggris yang dikhawatirkan hilang di belantara Papua Nugini telah diselamatkan dan kemungkinan diserang malaria setelah menghilang selama lima hari.

Benedict Allen, yang telah membuat beberapa program untuk BBC, berpetualang sendiri untuk menemukan Suku Yaifo, salah satu dari beberapa suku yang tersisa di dunia ini yang belum memiliki kontak dengan dunia luar, yang pertama kali dia kunjungi 30 tahun yang lalu.

Kekhawatiran akan keselamatannya timbul setelah dia tidak datang untuk terbang pulang pada hari Minggu (12/11/2017) di tengah kritikan dari teman dan keluarga atas keputusannya untuk tidak membawa telepon satelit atau alat pelacak.

Pada hari Jumat (10/11/2017) agen Allen mengatakan kepada the Guardian bahwa dia telah diselamatkan dengan helikopter dari sebuah lapangan terbang terpencil di Papua Nugini Tengah. “Dia telah dijemput dan diamankan” kata juru bicara Jo Sarsby Management.

Sebuah pernyataan dari perusahaan tersebut menambahkan: “Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Benedict Allen telah dievakuasi dengan helikopter dan sekarang aman di Port Moresby. Dia dilaporkan terkena demam dengan dugaan malaria. Benedict tidak sabar untuk bertemu kembali dengan keluarga dan teman-temannya, namun perlu beberapa waktu untuk pulih. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas semua pesan-pesan simpatik yang dia terima.”

Simon Tonge, Komisaris Tinggi Inggris di Papua Nugini, mengatakan kepada BBC bahwa Allen akan diterbangkan ke negara asalnya Sabtu lalu (18/11/2017).

Koresponden keamanan BBC, Frank Gardner, teman dekat Allen, melaporkan bahwa ia sedang dalam masa pemulihan dari demam. Dia menyarankan bahwa kesakitan itu yang mungkin menjelaskan mengapa dia menghilang.

Menurut rencana awal, Allen diperkirakan akan kembali ke ibukota PNG, Port Moresby, pada hari Minggu (12/11/2017) untuk mengejar penerbangan ke Hong Kong, di mana dia dijadwalkan membawakan seminar dengan Royal Geographical Society.(The Guardian/Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Dana untuk pengembangan fasilitas penerbangan Tuvalu disetujui

Selanjutnya

Manasseh Sogavare diberi kursi di kabinet

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe